Home » » Tanaman Obat Keluarga yang harus anda ketahui

Tanaman Obat Keluarga yang harus anda ketahui

Written By Johny Setya on Minggu, 15 Maret 2015 | 21.39

http://tanamanobatdanpengolahannya.blogspot.com/


Kehidupan manusia dengan budaya dan gaya hidup yang beragam dan kesibukan sehari – hari, membuat tingkat hidup dan kesehatan menurun dan memerlukan perhatian lebih. Sayangnya, banyak diantara kita yang mengacuhkannya sehingga ketika datang suatu penyakit, hal ini membuat waktu dan uang kita tersita untuk memulihkannya. Pepatah lama mengatakan lebih baik mencegah daripada mengobati hal ini benar sekali karena akan sangat merepotkan bila sudah terserang penyakit. Orang tua kita dahulu sering sekali mengkonsumsi buah atau sayuran mentah hal ini bukan hanya sekedar kesukaan tetapi merupakan penangkal daripada radikal bebas, dan sebagai langkah pencegahan dari penyakit. Apa yang dipelihara oleh orang tua kita dulu bukan hanya tanaman atau hiasan halaman melainkan ini adalah tanaman obat yaitu tanaman yang memiliki khasiat atau manfaat seperti obat. Tak heran mereka panjang umur dan sehat meski diusia tua.
Blog ini membahas hanya sebagian saja tanaman obat yang ada di Indonesia, yang berfungsi sebagai obat tradisional yang khasiatnya sudah dibuktikan oleh orang tua kita…


Tanaman Obat Keluarga


Tanaman obat keluarga (disingkat TOGA) adalah jenis tanaman hasil budidaya rumahan yang berkhasiat sebagai obat. Taman obat keluarga pada hakekatnya adalah sebidang tanah, baik di halaman rumah, kebun ataupun ladang yang digunakan untuk membudidayakan tanaman yang berkhasiat sebagai obat dalam rangka memenuhi keperluan keluarga akan obat-obatan. Kebun tanaman obat atau bahan obat dan selanjutnya dapat disalurkan kepada masyarakat, khususnya obat yang berasal dari tumbuh-tumbuhan. Budidaya tanaman obat untuk keluarga (TOGA)dapat memacu usaha kecil dan menengah di bidang obat-obatan herbal sekalipun dilakukan secara individual. Setiap keluarga dapat membudidayakan tanaman obat secara mandiri dan memanfaatkannya, sehingga akan terwujud prinsip kemandirian dalam pengobatan keluarga.


Cina

Tanaman obat di Cina berlangsung sekitar 3.000 tahun yang lalu, ketika muncul penyembuhan kerapuhan tulang oleh dukun Wu. Pada waktu itu, penyakit ini diyakini disebabkan oleh kekuatan jahat, sehingga menurut dukun Wu diperlukan obat dari tanaman untuk mengusir kekuatan jahat itu. Bahkan, bahan penyembuhan tertua dalam sejarah telah ditemukan di China, di mana makam seorang bangsawan Han ditemukan untuk menyimpan data medis yang ditulis pada gulungan sutra. Gulungan sutra berisi daftar 247 tumbuh-tumbuhan dan bahan-bahan yang digunakan dalam menyembuhkan penyakit.

Indonesia
Di Indonesia, pemanfaatan tanaman sebagai obat-obatan juga telah berlangsung ribuan tahun yang lalu. Pada pertengahan abad ke XVII seorang botanikus bernama Jacobus Rontius (1592 – 1631) mengumumkan khasiat tumbuh-tumbuhan dalam bukunya De Indiae Untriusquere Naturali et Medica. Meskipun hanya 60 jenis tumbuh-tumbuhan yang diteliti, tetapi buku ini merupakan dasar dari penelitian tumbuh-tumbuhan obat oleh N.A. van Rheede tot Draakestein (1637 – 1691) dalam bukunya Hortus Indicus alabaricus. Pada tahun 1888 didirikan Chemis Pharmacologisch Laboratorium sebagai bagian dari Kebun Raya Bogor dengan tujuan menyelidiki bahan-bahan atau zat-zat yang terdapat dalam tumbuh-tumbuhan yang dapat digunakan untuk obat-obatan. Selanjutnya penelitian dan publikasi mengenai khasiat tanaman obat-obatan semakin berkembang.

Manfaat Tanaman Obat Keluarga Bagi Kesehatan

Pada bagian tanaman seperti yang tercantum di bawah ini dapat dimanfaatkan sebagai obat. Bagian tanaman terdiri dari bagian daun, kulit batang, buah, biji, bahkan pada bagian akarnya.

Daun
1.             Daun Dewa       : mengobati muntah darah dan payudara bengkak
2.             Seledri               : menurunka tekanan darah tinggi
3.             Blimbing            : menurunkan tekanan darah tinggi
4.             Kelor                  : mengobati panas dalam dan demam
5.             Bayam               : mengobati kurang darah dan sumber zat besi
6.             Kangkung          : mengatasi insomnia
7.             Daun Saga         : mengobati batuk dan sariawan
8.             Pacar Cina         : mengobati penyakit gonorrhoe (penyakit kelamin)
9.             Daun Papaya     : mengobati demam dan disentri
10.         Daun Jintan       : mengobati batuk, mules dan sariawan
11.         Daun Pegagan   : mengobati sariawan dan bersifat astringensia (membasmi bakteri merugikan)
12.         Kemuning          : mengobati penyakit gonorrhoe
13.         Kumis Kucing   : memilikisifat diuretic
14.         Sirih                   : mengobati batuk, antiseptic dan obat kumur
15.         Daun Randu      : mengatasi mencret
16.         Daun Salam       : memiliki sifat astringensia (membasmi kuman, bakteri merugikan)
17.         Daun Jambu Biji : mengobati mencret


Batang
1.             Kayu manis : Mengobati penyakit batuk dan sesak napas, nyeri lambung, perut kembung, diare, rematik, dan menghangatkan lambung
2.             Dadap Ayam : Meringankan sesak nafas karena asma
3.             Pulasari : obat perut kembung
4.             Brotowali : Mengobati demam, sakit kuning, obat cacingan, kudis,dan diabetes
5.             Kemukus : Obat radang selaput lendir saluran kemih
6.             Jeruk nipis : Sebagai antiseptik, sehingga dapat dipakai sebagai obat kumur
7.             Delima : sebagai anti cacing pita

Buah
1.      Jeruk Nipis
Mengobati penyakit demam, batuk kronis, kurang darah, menghentikan kebiasaan merokok, menghilangkan bau badan, menyegarkan tubuh, dan memperlancar buang air kecil
2.      Cabai Merah
 Obat gosok untuk penyakit rematik dan masuk angin
3.      Belimbing
Mengobati penyakit batuk, melegakan napas, dan mencairkan dahak
4.      Mengkudu
Mengobati penyakit radang usus, susah buang air kecil, batuk, amandel, difetri, lever, sariawan, tekanan darah tinggi, dan sembelit
5.      Kemukus
Obat radang selaput lendir saluran kemih
6.      Kapulaga
Obat antikembung

Biji
1.             Kecubung
Mengobati penyakit asma, bisul, dan anus turun
2.             Kapur Barus
Mengobati gangguan pencernaan
3.             Pinang
Tepung biji pinang berkhasiat sebagai obat antelmentika, terutama terhadap cacing pita
4.             Kedawung
Sebagai bahan obat sakit perut, mulas, diare, dan bersifat astringensia
5.             Pala
Mengatasi perut kembung, sebagai stimulansia setempat terhadap saluran pencernaan, bahan obat pembius, menyebabkan rasa kantuk, dan memperlambat ernapasan
6.             Jamblang
Sebagai bahan obat untuk menyembuhkan penyakit kencing manis (diabetes)

Akar
1.             Papaya : obat cacing
2.             Aren : obat diuretik
3.             Pule pandak : Obat antihipertensi dan gangguan neuropsikhiatrik, seperti tekanan darah tinggi

Umbi atau Rimpang
1.        Bangle
Mengobati sakit kepala, susah buang air besar, nyeri pada perut, sakit kuning, perut kembung, dan melangsingkan tubuh
2.        Jahe
Menghangatkan badan, mengobati sakit pinggang, asma, muntah, dan nyeri otot
3.        Kencur
Mengobati sakit kepala, obat batuk, melancarkan keringat, dan mengeluarkan dahak
4.        Kunyit
Mengobati diare, masuk angin, hepatitis, dan kejang-kejang
5.        Lempuyang
Obat pelangsing, penambah nafsu makan, disentri, dan diare
6.        Lengkuas
Mengobati panu, serta bersifat antifungi dan anti bakteri
7.        Temu giring
Obat anti cacing, sakit perut, dan melangsingkan tubuh
8.        Temu lawak
Mengatasi sembelit, memperbanyak ASI, dan memperkuat sekresi empedu, asam urat, kolesterol, kadar gula darah, maag, mencret.
9.        Temu Hitam
obat anti cacing, mencegah kelesuan, dan memperlancar peredaran darah
10.    Alang – Alang
Obat untuk memperlancar air seni (diuretik)

Penggunaan tanaman obat

Kecenderungan meningkatnya penggunaan obat tradisional didasari oleh beberapa faktor, yaitu:
  1. Pada umumnya, harga obat–obatan buatan pabrik yang sangat mahal, sehingga masyarakat mencari alternatif pengobatan yang lebih murah.
  2. Efek samping yang ditimbulkan oleh obat tradisional sangat kecil dibandingkan dengan obat buatan pabrik.
  3. Kandungan unsur kimia yang terkandung di dalam obat tradisional sebenarnya menjadi dasar pengobatan kedokteran modern. Artinya, pembuatan obat–obatan pabrik menggunakan rumus kimia yang telah disentetis dari kandungan bahan alami ramuan tradisional.

Merawat tanaman obat

Tanaman yang dipelihara di pekarangan rumah tidak memerlukan perawatan khusus, baik sebagai bumbu dapur atau bahan obat. Perlakuan khusus dalam budi daya tanaman obat dilakukan dalam skala usaha, dengan tujuan untuk memperoleh kualitas dan kuantitas hasil yang optimum. Kegiatan pemupukan dan pengandalian hama penyakit tanaman perlu dilakukan. Kegiatan ini sangat erat hubungannya dengan penggunaan bahan kimiawi yang terkandung dalam pupuk atau pestisida. Pemakaian bahan kimiawi dapat mencemari lingkungan, baik tanah maupun air, dan yang paling berbahaya residu yang dihasilkan akan terakumulasi dalam produk tanaman yang dihasilkan. Untuk itu, perlu diperkenalkan sistem budi daya yang tidak tergantung pada bahan-bahan kimia. Sistem ini dikenal dengan istilah pertanian organik. Dalam budi daya tanaman obat dapat dimanfaatkan pupuk organik untuk menambah unsur hara mineral yang dibutuhkan tanaman. Pupuk organik yang digunakan di antaranya adalah pupuk kandang, bokhasi, kompos, humus, sampah dapur, dan serasah daun. Selain itu, sebagai bahan pengendali hama penyakit tanaman, dapat dimanfaatkan pestisida alami yang terdapat di sekitar rumah, seperti tanaman babadotan (Ageratum conyzoides), sirsak, lantana, dan daun tembakau.
Dilihat dari manfaatnya tanaman obat keluarga sangat beragam dan banyak jenisnya, murah perawatannya dan mudah tumbuh di hampir semua daerah di Indonesia. Kita bisa memanfaatkan halaman rumah sebagai lahan untuk tanaman obat dan membuat sendiri obat tradisional sebagai warisan leluhur kita.

Sumber:
Id.Wikipedia
Iptek.net.id

0 komentar:

Posting Komentar

kontak saya

Sponsor

Kunjungan

Diberdayakan oleh Blogger.